Wednesday, May 11, 2011

Tujuh Bantahan Syahrini kepada Anang




Tujuh Bantahan Syahrini kepada Anang - Perseteruan Syahrini dengan mantan teman duetnya, Anang Hermansyah, sepertinya akan terus memanas. Dalam jumpa pers dengan wartawan di kediamanan produsernya, Iwan Sastrawijaya, di Pluit, Jakarta Utara, Selasa, 10 Mei 2011 malam, Syahrini mengatakan bahwa semua tudingan yang dilontarkan pihak mantan suami Krisdayanti itu melalui Hadi Sanyoto adalah tidak benar. "Itu semua hanya fitnah keji," kata Syahrini berkali-kali.




Bersama pengacara Warsito dan produser Iwan Sastrawijaya, Aisyahrani, adik sekaligus manajer Syahrini, membuat pembelaan untuk Syahrini. Berikut ini adalah tujuh bantahan Syahrini.


1. Tuduhan Syahrini kebelet bersolo karier.


Menurut Aisyahrani, album solo merupakan janji Anang kepada Syahrini sebelum mereka berdua melakukan duet. Ia menegaskan bahwa Syahrini tidak pernah menagih janji tersebut kepada Anang. "Sebagai manajer, saya tanya kapan lagu keluar."


2. Soal mendiang Ayah Syahrini menjanjikan Rp 200 juta sebagai uang muka ke Anang.


Aisyahrani menegaskan mendiang ayah mereka hanya dua kali bertemu Anang. Pertama, saat pembuatan video klip "Jangan Memilih Aku" dan kedua saat Anang bertamu ke rumahnya di Bogor, Jawa Barat. "Kalaupun lewat telepon, ayah bilang ke Anang tolong Syahrini ingatkan salat lima waktunya," kata Aisyahrani.


3. Tantangan sumpah pocong.


Aisyahrani malah balik menantang Hadi Sanyoto bersumpah di atas Al-Quran. Ia mengatakan sumpah pocong bertentangan dengan agama yang dianutnya. "Saya tantang, sumpah di atas Al-Quran dengan mengucap nama Allah, Wallahi, dan Billahi," katanya.


4. Soal guru spiritual.


Aisyahrani menegaskan Syahrini tidak punya guru spiritual, dukun, atau guru yang menyarankannya berduet dengan Anang jika ingin menuai popularitas. "Kami hanya punya guru mengaji yang mengajarkan sunnah dan Al-Quran," katanya.


5. Soal fasilitas mewah.


Aisyahrani mengatakan sebelum duet dengan Anang, Syahrini tidak penah menuntut macam-macam ke pihak yang menyewa jasa suaranya. Ia menegaskan bahwa fasilitas mewah, seperti mobil Alphard, kamar hotel suite, dan tiket pesawat kelas bisnis baru terjadi setelah duet terbentuk. Itu pun karena saran Anang. "Yang saya sayangkan, semua diputarbalikkan seakan-akan saya dan Syahrini yang meminta itu," kata Aisyahrani.


6. Soal ketidakhadiran dalam rilis album "Aku Tak Biasa".


Ketika itu, Hadi Sanyoto mengatakan bahwa Syahrini sakit hati dengan Anang dan menangis. Pernyataan tersebut dibantah Aisyahrani. Menurutnya, Syahrini menangis terharu lantaran kaget acara rilis album bisa berjalan sempurna dan mewah. Padahal, persiapan digelar tidak lebih dari delapan jam. "Syahrini menangis karena terharu saya bisa membuat acara itu berjalan bagus," katanya.


7. Soal permintaan mencarikan produser.


Aisyahrani hanya mengucapkan satu kalimat, "Itu tidak pernah diucapkan dari mulut saya dan Syahrini."




Selain menyanggah tujuh tuduhan utama tersebut, Aisyahrani juga membantah tuduhan Syahrini baru mau menyanyi jika dibayar senilai Rp 150 juta. Ia mengatakan setiap penampilan duet Anang-Syahrini hanya dibayar Rp 65 juta. Tawaran manggung senilai Rp 150 juta pernah datang sekali, namun tidak terlaksana berhubung mereka pecah kongsi.


"Itu untuk manggung Juli 2011 di Jawa Tengah. Saya usul ke Anang, kalau tahun depan naik jadi Rp 150 juta, gimana? Anang jawab boleh," katanya.




Aisyahrani juga membantah tuduhan bahwa Syahrini menguasai 75 persen honor per naik panggung. Ia mengatakan setelah dipotong sejumlah biaya, honor dibagi rata 50 persen untuk Anang dan 50 persen untuk Syahrini. "Itu tuduhan keji dan fitnah," katanya untuk kesekian kalinya.[Sumber]

No comments:

Post a Comment